oleh

Mampu Kurangi Resiko Bencana, Indra Yasin Masuk Daftar 12 Bupati Terbaik se-Indonesia

GORUT, ShareNews.id – Upaya Bupati Gorontalo Utara (Gorut), Indra Yasin dalam mengurangi resiko bencana alam, khususnya erosi menuai hasil baik.

Hal itu dibuktikan ketika dirinya menjadi salah satu dari 12 bupati terbaik yang mendapatkan penghargaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia.

Piagam Penghargaan ini sebelumnya telah diterima oleh Asisten II di Jakarta, dan diserahkan kepada Bupati Indra, di ruang kerjanya, Selasa (20/10/2020).

“Alhamdulillah kami menjadi salah 1 dari 12 bupati se-Indonesia yang mendapat penghargaan dari BNPB Pusat, dan ada 3 Gubernur juga yang menerima itu,” kata Indra saat diwawancarai.

Bupati Indra mengatakan, berdasarkan penilaian BNPB Pusat, Gorut merupakan salah satu kabupaten yang mampu mengurangi resiko bencana, meskipun merupakan kabupaten terbungsu di Provinsi Gorontalo.

“Memang itulah yang kita lakukan selama ini. Karena kalau berbicara erosi, ketika hujan maka butuh penanganan konservasi. Nah, konservasi itu ada 3, yakni Vegetatif, Mekanik, dan Kimia,” kata Indra.

Di Gorut sendiri lanjut Indra, baru melakukan 2 konservasi, salah satu yang terpenting adalah Vegetatif.

“Khusus vegetatif, kita melakukannya dengan cara, diantaranya melakukan penanaman 12,7 juta pohon untuk menahan erosi hasil kerjasama dengan HTI (Hutan Taman Industri). Selain itu, kita juga. Khusus di pinggir laut atau di wilayah perairan, kita mengembangkan Mangrove. Kalau itu sudah kita lakukan sejak 2009, dan 2 tahun setelah kita menjadi kabupaten sudah ada 300 hektar yang kita tanami dan 2020 ini sudah 185 hektar, nah itu kita kembangkan bersama TNI-POLRI yang juga melibatkan masyarakat. Untuk 2021, kita akan bekerjasama dengan DAS (Daerah Aliran Sungai) Bone Bolango sekitar 250 hektar,” urainya.

Dirinya berharap, upaya-upaya yang dilakukan bisa membuahkan hasil baik kedepan.

“Insya Allah kedepan longsor ataupun erosi di Gorut kita bisa tahan dan antisipasi, meskipun kadangkala masih tetap ada. Kita tentu tidak bisa memungkiri itu. Namun, kita terus berupaya semaksimal mungkin mencari cara mengantisipasi,” pungkas bupati dua periode itu. (SN07)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed