Gorontalo–Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo menaruh perhatian serius terhadap ambruknya jembatan penghubung antara Desa Ayumolingo dan Desa Molamahu, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo. Jembatan yang menjadi akses vital masyarakat itu rusak akibat derasnya curah hujan beberapa hari terakhir.
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Espin Tulie, memimpin langsung timnya melakukan peninjauan lapangan pada Sabtu (1/11/2025). Ia menyebut, ambruknya jembatan disebabkan oleh kombinasi faktor alam dan usia infrastruktur yang sudah cukup lama.
“Kami melihat langsung kondisi jembatan yang rusak akibat tingginya debit air dan banjir. Selain itu, usia jembatan ini juga sudah mencapai 15 tahun,” jelas Espin.
Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, jembatan tersebut memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat, terutama di wilayah transmigrasi. Karena itu, Komisi III berkomitmen untuk mendorong agar pembangunan kembali jembatan ini segera direalisasikan.
“Kami akan mensupport Pemda Kabupaten Gorontalo untuk mengajukan bantuan ke Kementerian Transmigrasi. Ini penting karena keberadaan jembatan ini sangat vital bagi warga,” tegasnya.
Sambil menunggu realisasi anggaran dari pemerintah pusat, Espin menyarankan adanya solusi darurat berupa pembangunan jembatan sementara agar aktivitas warga tetap berjalan.
“Sebagai langkah jangka pendek, bisa dibuat jembatan sementara, misalnya dari batang kelapa atau swadaya masyarakat,” tambahnya.
Ia juga mengapresiasi kehadiran mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang sedang menjalani magang dan penelitian di Desa Ayumolingo. Kehadiran mereka dinilai dapat membantu dalam pengumpulan data maupun masukan teknis untuk kepentingan wilayah transmigrasi.
“Kami berharap jembatan ini menjadi perhatian pemerintah pusat, khususnya Kementerian Transmigrasi, agar segera mendapat tindak lanjut,” tutup Espin.






