Gorontalo – Reses hari ketiga Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan (Dapil) VI Boalemo–Pohuwato dimanfaatkan dengan mengunjungi lahan tambak ikan bandeng yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kecamatan Mananggu. Kunjungan ini menjadi ajang bagi para wakil rakyat untuk menyerap langsung aspirasi pengelola tambak terkait berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.
Dalam pertemuan tersebut, pengelola tambak menyampaikan keterbatasan pupuk yang selama ini menjadi kebutuhan utama dalam proses pembesaran ikan bandeng. Setiap kali panen, tambak membutuhkan sekitar 250 kilogram pupuk untuk sekali aplikasi, dengan empat kali penggunaan dalam satu siklus panen. Artinya, total kebutuhan mencapai 1.000 kilogram pupuk, namun hingga kini belum mendapat sentuhan bantuan dari pemerintah.
Selain persoalan pupuk, pengelola juga mengeluhkan kondisi saluran pembuangan air yang kerap tertutup setiap kali panen berlangsung. Akibatnya, sirkulasi air menjadi tidak maksimal dan berpotensi mengganggu produktivitas tambak. Untuk mengatasi masalah tersebut, dibutuhkan alat berat guna melakukan perbaikan dan normalisasi saluran.
Menanggapi aspirasi tersebut, Anas Jusuf, anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), menegaskan bahwa persoalan-persoalan ini perlu segera dicarikan solusi konkret. Menurutnya, jika kebutuhan pupuk terpenuhi dan infrastruktur saluran air diperbaiki, maka hasil produksi tambak akan meningkat secara signifikan.
“Jika persoalan ini bisa diselesaikan, tentu keuntungan yang diperoleh akan semakin besar. Dampaknya bukan hanya bagi pengelola, tetapi juga meningkatkan pendapatan BUMDes melalui dana bagi hasil,” ujar Anas Jusuf.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberi perhatian lebih terhadap sektor perikanan tambak yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian desa, khususnya di wilayah Mananggu dan sekitarnya.






