BONE BOLANGO – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango mulai menghadapi dampak serius musim kemarau. Berdasarkan data pemerintah daerah, sedikitnya 218 hektare lahan persawahan terdampak kekeringan dalam sebulan terakhir.
Hal tersebut disampaikan Bupati Bone Bolango Ismet Mile saat memimpin Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Ruang Kerja Bupati, Kamis (16/7/2026).
Bupati Ismet Mile mengungkapkan areal persawahan yang terdampak tersebar di Kecamatan Kabila, Tilongkabila, dan Suwawa. Ketiga kecamatan tersebut selama ini mengandalkan pasokan air dari jaringan Irigasi Alale.
“Ini harus menjadi perhatian bersama karena dapat berdampak langsung pada produksi pertanian. Jika produksi menurun, tentu akan berpengaruh terhadap ketersediaan pangan dan berpotensi memicu inflasi,” ungkap Ismet Mile.
Selain padi, kekeringan juga mulai berdampak pada komoditas lain. Tercatat sebanyak 67 hektare lahan jagung dan 3,4 hektare tanaman cabai mengalami gangguan akibat berkurangnya pasokan air.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Bone Bolango terus mengoptimalkan pemanfaatan pompa air yang telah didistribusikan kepada masyarakat. Hingga saat ini, sebanyak 193 unit pompa air telah disalurkan dan dimanfaatkan petani untuk membantu memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian.
Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Bone Bolango saat ini masuk kategori areal agak kering. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga meningkatkan risiko krisis air bersih dan ancaman kebakaran hutan maupun lahan.
Data pemerintah daerah menunjukkan sedikitnya delapan kecamatan dengan 21 desa telah merasakan dampak kekeringan. Melihat kondisi itu, Bupati meminta seluruh unsur Forkopimda, OPD, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat langkah-langkah mitigasi.
“Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan langkah-langkah penanganan agar dampak kekeringan dapat ditekan semaksimal mungkin. Yang terpenting saat ini adalah memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan sektor pertanian tetap produktif,” tandasnya.





