BONE BOLANGO – Sekolah Nasional Terpadu atau SNT 6 Bone Bolango resmi memulai kegiatan dengan menerima angkatan pertama. Pada tahun ini, sekolah unggulan tersebut membuka dua jenjang pendidikan yakni SMP dan SMA dengan total 80 peserta didik pilihan.
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan atau BPMP Provinsi Gorontalo, Rudi Syaifullah, mengatakan jumlah siswa yang diterima sengaja dibatasi agar proses pembelajaran bisa berjalan lebih efektif dan mendalam. Pada angkatan pertama, SNT 6 Bone Bolango membuka dua jenjang pendidikan, yakni SMP dan SMA. Masing-masing jenjang menampung 40 peserta didik, sehingga total terdapat 80 siswa. Setiap jenjang terbagi dalam dua kelas dengan masing-masing 20 siswa.
Menurut Rudi, pembagian kelas kecil dengan 20 siswa per kelas bertujuan agar guru lebih mudah memetakan potensi dan perkembangan setiap anak. “Kenapa 20? Agar pembelajarannya lebih efektif, lebih efisien, dan guru nanti lebih gampang memetakan anak,” ujarnya.
Berbeda dengan sekolah unggulan lainnya, SNT 6 Bone Bolango menerapkan sistem non-boarding. Artinya siswa tetap pulang ke rumah setelah kegiatan belajar selesai. Rudi menyebut konsep ini sengaja dipilih agar siswa tetap memiliki waktu berkualitas bersama keluarga. “Kenapa tidak boarding? Kita memberikan kesempatan kepada anak setelah belajar di sini juga bisa bersama keluarga, bercerita, sehingga psikologinya akan lebih kuat,” katanya.
Untuk menjamin mutu, tenaga pendidik di SNT 6 juga diseleksi secara ketat. Dari sekitar 60 ribu guru peserta Pendidikan Profesi Guru atau PPG di seluruh Indonesia, hanya 12 guru terbaik yang terpilih mengabdi di SNT 6 Bone Bolango. Begitu juga dengan kepala sekolah. Proses seleksinya diikuti ribuan pendaftar dari berbagai daerah. “Alhamdulillah kita mendapatkan kepala sekolah yang terbaik yang ada di sini,” ungkap Rudi.
BPMP Provinsi Gorontalo mendapat amanah mengawal penyelenggaraan SNT selama masa transisi hingga Desember 2026. Setelah itu, SNT diharapkan dapat berdiri mandiri sebagai satuan pendidikan unggulan di Bone Bolango.
Mayoritas siswa SNT 6 angkatan pertama berasal dari Kabupaten Bone Bolango. Namun ada juga yang berasal dari Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, dan Gorontalo Utara. Rudi berharap ke depan kuota untuk anak Bone Bolango bisa diperbesar. “Harapannya, anak-anak yang di Bone Bolango inilah yang akan kita dorong. Insya Allah tahun depan kuotanya akan kita perbesar, kalau bisa semua anak-anak Bone Bolango yang memenuhi kualifikasi bisa berada di sini,” ujarnya.
Ia mengajak orang tua di Bone Bolango memanfaatkan SNT 6 sebagai peluang mendapatkan pendidikan bertaraf nasional tanpa harus menyekolahkan anak keluar daerah. “Tujuan akhirnya bukan sekadar membangun sekolah, tetapi menciptakan generasi Bone Bolango yang unggul, cerdas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkas Rudi.






