BONE BOLANGO — Bupati Bone Bolango Ismet Mile mendorong penguatan budaya literasi di daerahnya. Ismet menilai literasi menjadi fondasi penting membangun sumber daya manusia sekaligus meningkatkan kualitas pemerintahan.
Ismet menegaskan literasi tidak boleh dipahami sebatas kemampuan membaca dan menulis. Ia menyebut literasi berperan membentuk pola pikir, memperluas wawasan, serta meningkatkan kemampuan aparatur dan masyarakat memahami persoalan pembangunan.
Ismet menilai pemerintahan berkualitas membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan kemampuan berpikir kritis. Ia menekankan pentingnya pengambilan keputusan berdasarkan informasi yang benar.
“Literasi itu penting. Dengan literasi, kita bisa meningkatkan pengetahuan dan cara berpikir. Ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pemerintahan,” ujar Ismet.
Ismet menegaskan penguatan literasi harus berjalan berkelanjutan. Ia menyebut budaya literasi tidak hanya menyasar lingkungan pendidikan, tetapi juga lingkungan pemerintahan hingga masyarakat.
Langkah ini sejalan dengan upaya Pemkab Bone Bolango meningkatkan kualitas pelayanan publik dan profesionalisme aparatur. Ismet sebelumnya menekankan ASN mengedepankan disiplin, loyalitas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Ismet menilai peningkatan kualitas pemerintahan tidak cukup hanya melalui pembenahan administrasi dan sistem kerja. Ia menekankan penguatan kapasitas manusia yang menjalankan roda pemerintahan sama pentingnya.
Ismet berharap budaya literasi melahirkan aparatur yang lebih adaptif dan terbuka terhadap perubahan. Ia menargetkan aparatur itu mampu merespons kebutuhan masyarakat secara optimal.
Pemkab Bone Bolango terus memberikan perhatian terhadap upaya membangun budaya literasi. Pemerintah daerah menggelar berbagai kegiatan literasi pada 2026, termasuk lomba bertutur bagi generasi muda.
Lomba bertutur itu meningkatkan kemampuan komunikasi, kreativitas, dan kepercayaan diri peserta. Kegiatan tersebut turut membangun karakter generasi muda Bone Bolango.
Ismet berharap gerakan literasi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia menargetkan literasi berkembang menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan masyarakat dan lingkungan pemerintahan.
Ismet menegaskan literasi bukan hanya instrumen meningkatkan kualitas pendidikan. Ia menyebut literasi menjadi investasi jangka panjang menciptakan pemerintahan yang profesional, responsif, dan mampu menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat Bone Bolango.






