BONE BOLANGO — Dinas Pertanian Kabupaten Bone Bolango mendorong penguatan ketahanan pangan di tengah ancaman kekeringan. Ancaman ini berpotensi memengaruhi produksi pertanian dan kehidupan petani.
Upaya ini menjadi perhatian dalam Talkshow Refleksi Hari Tani Nasional 2026, Selasa (30/9/2026). Talkshow mengangkat tema “Antara Ancaman Kekeringan, Nasib Petani, Produksi Pangan, dan Ketahanan Pangan Gorontalo”.
Talkshow menghadirkan Kepala Bidang Ketahanan Pangan Misbar Bulotio sebagai narasumber. Koordinator BPP Bulango Timur Mohamad Harun dan Wawan Pembengo turut hadir sebagai narasumber dalam forum tersebut.
Forum membahas ancaman kekeringan sebagai persoalan yang perlu diantisipasi. Ketersediaan air memiliki peran penting terhadap keberlangsungan produksi pertanian.
Kondisi kekeringan dapat berdampak pada pertumbuhan tanaman, produktivitas lahan, hingga hasil panen. Dampak tersebut pada akhirnya memengaruhi pendapatan dan keberlangsungan usaha petani.
Penguatan ketahanan pangan tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi. Sektor pertanian juga dituntut mampu beradaptasi terhadap perubahan kondisi lingkungan.
Dinas Pertanian Bone Bolango menempatkan peran penyuluh sebagai bagian penting menghadapi tantangan pertanian di tingkat lapangan. Mohamad Harun memberikan gambaran kondisi petani serta tantangan yang dihadapi dalam kegiatan produksi.
Pendampingan diperlukan agar petani memperoleh informasi dan menerapkan strategi budidaya sesuai kondisi lingkungan. Strategi itu termasuk menghadapi keterbatasan air di lahan pertanian.
Wawan Pembengo memberikan pandangan mengenai pentingnya membangun sistem pertanian adaptif. Sistem itu diharapkan mampu merespons perubahan kondisi lingkungan dan dinamika produksi pangan.
Misbar Bulotio menekankan perspektif ketahanan pangan yang tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pangan. Ketahanan pangan juga mencakup kemampuan masyarakat memperoleh pangan yang cukup, aman, bergizi, dan berkelanjutan.
Keberadaan petani menjadi bagian penting menjaga sistem pangan daerah. Pemerintah daerah memerlukan langkah bersama memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi saat produksi pertanian menghadapi tekanan.
Peringatan Hari Tani Nasional 2026 menjadi momentum melihat kembali tantangan sektor pertanian Bone Bolango. Ancaman kekeringan mengingatkan pentingnya pengelolaan sumber daya air dan peningkatan kapasitas petani.
Penguatan ketahanan pangan membutuhkan sinergi antara pemerintah, penyuluh, petani, dan akademisi. Dinas Pertanian Bone Bolango mendorong ketahanan pangan menjadi kerja bersama, bukan hanya agenda pemerintah.
Dinas Pertanian menegaskan menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman kekeringan berarti menjaga keberlanjutan produksi. Langkah ini sekaligus memastikan petani tetap menjadi bagian utama pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat Bone Bolango.





