Dugaan Mark Up Proyek Benih Kakao di Boalemo, KNPI Wonosari Angkat Suara

Boalemo – KNPI Wonosari mulai menyoroti proyek produksi benih kakao di Kabupaten Boalemo yang dinilai menyimpan kejanggalan. Dugaan mark up harga mencuat setelah tim melakukan pengecekan langsung di lapangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Halid Arifin yang mengaku telah mengantongi sejumlah data awal terkait proyek tersebut. “Kami telah melakukan pengecekan di lapangan, dan kami menduga ada mark up harga dalam pekerjaan produksi benih kakao dalam proses siap salur di Kabupaten Boalemo,” ujarnya.

Proyek yang dimaksud diketahui berlokasi di Kecamatan Wonosari, dengan total produksi mencapai 1.000.000 bibit kakao. Pekerjaan ini dikerjakan oleh PT Triwana Lestari Abadi. Namun, besarnya angka produksi justru menimbulkan tanda tanya, terutama terkait kesesuaian antara anggaran dan realisasi di lapangan.

Menurut Halid, temuan awal ini belum menjadi kesimpulan final. Pihaknya masih akan melakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan apakah dugaan tersebut memiliki dasar yang kuat secara hukum dan administratif. “Kami akan mencoba mendalami lagi, dan akan membuat laporan resmi ke Polres Boalemo berkaitan dengan hal ini,” tegasnya.

Sorotan KNPI ini menjadi alarm bagi transparansi pengelolaan proyek pertanian di daerah. Jika dugaan mark up benar adanya, maka bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mencederai kepercayaan publik terhadap program pemberdayaan sektor kakao yang seharusnya menjadi harapan petani.

Kini, publik menunggu: apakah ini hanya dugaan yang akan menguap, atau justru menjadi pintu masuk untuk membongkar praktik lama yang kerap bersembunyi di balik proyek-proyek besar bernilai fantastis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *