BONE BOLANGO – Bupati Ismet Mile menggelar evaluasi total dalam kegiatan pembinaan dokter bersama jajaran manajemen serta para dokter spesialis dan umum di Aula RSUD Toto Kabila pada Rabu, 3 Juni 2026. Pertemuan strategis ini difokuskan penuh untuk berdialog langsung dengan para tenaga medis yang bertugas di rumah sakit. Agenda tatap muka ini bertujuan untuk mengurai berbagai persoalan krusial secara bersama-sama guna memulihkan kembali citra pelayanan kesehatan di mata masyarakat.
Dalam arahannya, Bupati Ismet Mile membeberkan kondisi keuangan rumah sakit yang dinilainya sangat memprihatinkan karena terbebani utang masa lalu sebesar Rp21 miliar dari masa kepemimpinan sebelumnya. Lebih mengejutkan lagi, berdasarkan hasil pemeriksaan mendalam dari Inspektorat Kabupaten Bone Bolango, ditemukan total masalah keuangan atau temuan sekitar Rp35 miliar yang statusnya masih harus diselesaikan secara tuntas (clearance). Kondisi defisit yang fantastis ini membuat Bupati mempertanyakan efisiensi serta komitmen tata kelola keuangan dari manajemen rumah sakit yang lalu.
Merespons jeratan finansial tersebut, Bupati memberikan instruksi tegas kepada Direktur RSUD Toto Kabila agar tidak mencoba-coba mendahulukan pembayaran utang lama yang ditinggalkan manajemen terdahulu. Beliau menegaskan bahwa hak pelayanan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan operasional harian medis harus menjadi prioritas utama dari anggaran yang tersedia. Pemerintah daerah saat ini bahkan memilih untuk tidak menuntut capaian Pendapatan Asli Daerah atau PAD karena menyadari kondisi finansial RSUD Toto Kabila sendiri sedang dalam masa sulit dan membutuhkan pemulihan yang berfokus pada pelayanan.
Terkait pelayanan kesehatan, Ismet Mile menegaskan bahwa ketersediaan obat-obatan harus terjamin sepenuhnya dan diberikan secara gratis kepada masyarakat yang berobat. Beliau melarang keras jika masih ada pasien yang diberikan resep untuk membeli obat secara mandiri di luar rumah sakit karena hal tersebut dinilai mencederai hak rakyat dan mencoreng nama baik daerah. Selain itu, sistem pengadaan obat ke depan diinstruksikan untuk disesuaikan secara akurat dengan kebutuhan riil para dokter yang bertugas agar tidak terjadi pemborosan anggaran yang memicu beban utang baru.
Bupati juga memberikan perhatian khusus serta koreksi berharga mengenai manajemen waktu para dokter spesialis maupun dokter umum yang bertugas di sana. Beliau meminta seluruh tenaga medis untuk tetap mengutamakan RSUD Toto Kabila dan mengelola pembagian waktu praktik dengan bijak jika memiliki tempat pengabdian di luar daerah. Ismet Mile mengimbau agar jam praktik di rumah sakit swasta lain, seperti Rumah Sakit Multazam, tidak mengorbankan kenyamanan pelayanan di RSUD Toto Kabila sehingga menyebabkan pasien terlantar atau menunggu terlalu lama.
Di sela-sela evaluasi, Ismet Mile sempat bernostalgia mengenai sejarah panjang dan perjuangan beratnya di masa lalu dalam merintis berdirinya fasilitas kesehatan ini. Beliau menceritakan bagaimana dirinya harus menembus restu Kementerian Kesehatan hingga lima kali untuk mengalihkan status tempat tersebut, yang mana awalnya hanya sebuah rumah sakit khusus kusta menjadi Rumah Sakit Umum Daerah umum. Demi memenuhi regulasi pusat yang melarang adanya dua RSUD dalam satu kabupaten, beliau bahkan memberikan jaminan sikap untuk memindahkan dan membangunkan rumah tinggal yang layak bagi para pasien kusta agar RSUD Toto Kabila bisa berkembang seperti saat ini.
Melalui momentum pembinaan ini, Bupati Ismet Mile sengaja menurunkan egonya sebagai kepala daerah dan menyatakan tidak ingin terkesan menggurui jajaran medis yang merupakan para pakar di bidangnya. Beliau menegaskan bahwa kegiatan evaluasi total ini merupakan bentuk koreksi bersama yang positif untuk melahirkan hubungan timbal balik yang sehat antarinstansi. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa setiap keluhan masyarakat terkait keterlambatan pelayanan maupun kekosongan obat dapat dicarikan solusinya secara cepat dan tepat melalui koordinasi yang baik.
Menutup arahannya di Aula RSUD, Bupati secara resmi membuka lebar ruang dialog dua arah untuk menampung seluruh aspirasi, keluhan, dan masukan dari para tenaga medis maupun pihak manajemen. Melalui sinergi dan komunikasi yang intensif antara pihak direksi rumah sakit dan para dokter, diharapkan dapat dirumuskan langkah strategis serta formula terbaik. Ruang dialog ini diharapkan menjadi titik balik bagi RSUD Toto Kabila untuk bangkit dari keterpurukan finansial dan kembali menjadi fasilitas kesehatan rujukan yang prima bagi seluruh masyarakat Bone Bolango.





