BONE BOLANGO – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango terus berkomitmen menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di tingkat desa. Melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), sebanyak delapan gerai kini telah selesai dibangun dan siap beroperasi untuk memasok pangan murah langsung ke tengah masyarakat.
Langkah strategis ini diharapkan dapat memotong rantai distribusi yang panjang, sehingga masyarakat pedesaan bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan UMKM Bone Bolango, Djumaidil, mengungkapkan bahwa saat ini total ada 27 gerai KDKMP yang masuk dalam tahap pembangunan. Dari jumlah tersebut, delapan gerai di antaranya sudah rampung 100 persen dan siap melayani warga. Delapan gerai tersebut masing-masing berada di Bandungan, Bongopini, Tihu, Bondaraya, Kaidundu Barat, Molutabu, Moutong, dan Bulotalangi Timur.
Fungsi Utama Gerai KDKMP
Djumaidil menjelaskan bahwa konsep unit usaha koperasi ini sengaja didesain dinamis dengan menyesuaikan potensi yang dimiliki oleh masing-masing desa. Gerai KDKMP akan menjalankan fungsi ganda, yaitu sebagai pusat distribusi sembako murah untuk menekan inflasi sekaligus menjadi wadah resmi untuk menyerap dan memasarkan hasil produksi asli dari warga desa setempat.
Dorong UMKM Lewat Modal Bunga Rendah
Tidak hanya fokus pada urusan isi dapur masyarakat, gerai KDKMP ini juga diproyeksikan menjadi motor penggerak pelaku usaha mikro. Koperasi ini disiapkan untuk memfasilitasi para pelaku UMKM desa yang membutuhkan suntikan modal usaha melalui skema pembiayaan dengan bunga rendah.
Pemerintah daerah optimistis, kombinasi antara penyediaan pangan murah, penyerapan hasil bumi, dan bantuan modal UMKM ini akan membuka lebih banyak lapangan kerja baru di desa.
“Harapannya program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini bisa segera berjalan maksimal dan masyarakat dapat merasakan langsung dampaknya,” pungkas Djumaidil.





