Dulupi — Kepengurusan Ranting PDI Perjuangan Desa Dulupi kini didominasi oleh kaum milenial. Kondisi ini menjadi penanda kuat terjadinya regenerasi kader sekaligus semangat pembaruan dalam tubuh partai di tingkat desa.
Sebagian besar struktur kepengurusan ranting diisi oleh kader muda dengan latar belakang yang beragam, mulai dari aktivis kepemudaan, tokoh masyarakat muda, hingga pelaku usaha dan petani milenial. Kehadiran mereka diharapkan mampu membawa energi baru, gagasan segar, serta pendekatan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ketua Ranting PDI Perjuangan Desa Dulupi hasil Musyawarah Ranting yang digelar pada Senin (27/1), Muhamad Fitra Sune, menyampaikan bahwa dominasi kaum milenial bukan sekadar simbol pergantian generasi, melainkan bagian dari strategi memperkuat basis partai di akar rumput.
“Kaum milenial memiliki semangat kerja yang tinggi, melek teknologi, dan lebih cepat merespons persoalan masyarakat. Ini menjadi modal penting bagi partai ke depan,” ujarnya.
Selain itu, keterlibatan kader milenial dinilai mampu meningkatkan efektivitas komunikasi partai, khususnya dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana konsolidasi, sosialisasi ideologi, serta penyebaran informasi kepada masyarakat desa.
Meski didominasi oleh kader muda, kepengurusan ranting tetap mengedepankan kolaborasi lintas generasi. Para kader senior berperan sebagai pembimbing dan penjaga nilai-nilai perjuangan partai, sementara kader milenial menjadi motor penggerak dalam menjalankan program-program partai di lapangan.
Dengan komposisi kepengurusan yang didominasi kaum milenial, Ranting PDI Perjuangan Desa Dulupi optimistis mampu memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta menjalankan kerja-kerja kerakyatan yang sejalan dengan ideologi Pancasila dan garis perjuangan partai.




