GORONTALO – Ketua Fraksi Amanat Bangsa DPRD Provinsi Gorontalo, Ir. Anas Jusuf, mengimbau masyarakat Gorontalo, khususnya di Kabupaten Boalemo dan Pohuwato, untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi dampak musim kemarau panjang yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah.
Menurut Anas Jusuf, kemarau yang berkepanjangan tidak hanya berdampak pada berkurangnya ketersediaan air bersih, tetapi juga mengancam sektor pertanian, perkebunan, hingga meningkatkan risiko kebakaran lahan. Musim kemarau sendiri ditandai dengan curah hujan yang rendah dalam periode cukup panjang sehingga dapat memicu kekeringan.
“Boalemo dan Pohuwato merupakan daerah yang banyak bergantung pada sektor pertanian. Karena itu, saya mengajak masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air dan menjaga lingkungan agar dampak kemarau tidak semakin meluas,” ujar Anas Jusuf.
Ia juga meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait agar memperkuat langkah-langkah antisipasi, seperti memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat, memantau daerah yang rawan kekeringan, serta memberikan pendampingan kepada para petani yang terdampak.
Selain itu, Anas mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, kondisi cuaca yang kering membuat api lebih mudah menyebar dan berpotensi menimbulkan kebakaran hutan maupun lahan.
“Kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan. Jangan sampai aktivitas pembakaran lahan justru menimbulkan bencana yang lebih besar. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dan saling peduli terhadap kondisi sekitar,” tegasnya.
Anas berharap seluruh elemen masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dengan menerapkan pola hidup hemat air, menjaga sumber-sumber mata air, serta mengikuti informasi cuaca dari pemerintah agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih dini.
Ia menegaskan, Fraksi Amanat Bangsa DPRD Provinsi Gorontalo akan terus mendorong pemerintah untuk mengambil langkah cepat dan tepat dalam mengurangi dampak kemarau, sehingga aktivitas masyarakat dan produktivitas sektor pertanian di Boalemo maupun Pohuwato tetap terjaga.





