Boalemo – Persoalan jaringan listrik yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat menjadi perhatian serius Komisi II DPRD Kabupaten Boalemo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT PLN (Persero), Rabu (10/6/2026).
Dalam rapat tersebut, anggota dewan menyoroti masih ditemukannya kabel listrik yang kendur bahkan nyaris menyentuh permukaan tanah di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu kecelakaan, terutama saat hujan maupun cuaca ekstrem.
Komisi II meminta PLN segera melakukan inspeksi menyeluruh terhadap jaringan distribusi listrik dan mempercepat pemeliharaan di titik-titik yang dinilai rawan.
“Keselamatan masyarakat tidak boleh diabaikan. Jangan sampai perbaikan baru dilakukan setelah terjadi korban. Kami meminta PLN segera mengambil langkah konkret terhadap jaringan yang membahayakan,” tegas anggota Komisi II dalam rapat.
Selain membahas aspek keselamatan, DPRD juga mendorong PLN memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa agar setiap persoalan kelistrikan dapat segera ditindaklanjuti.
Usulan tersebut mendapat respons positif dari pihak PLN yang menyatakan siap membangun forum koordinasi bersama pemerintah daerah hingga tingkat desa sebagai upaya mempercepat penyelesaian berbagai keluhan masyarakat.
Komisi II menegaskan bahwa pelayanan kelistrikan tidak hanya berkaitan dengan pasokan listrik, tetapi juga menyangkut perlindungan terhadap keselamatan warga. Karena itu, DPRD akan terus mengawasi tindak lanjut hasil RDP agar masyarakat memperoleh layanan listrik yang aman dan berkualitas.





