BONE BOLANGO – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango terus memperkuat komitmennya dalam mengakselerasi kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya kaum perempuan. Langkah nyata ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Bazar Sehat dan UMKM yang dipusatkan di kawasan Centerpoint Bone Bolango pada Minggu, 3 Mei 2026.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Forum Penggerak Perempuan Bina Mandiri (FPPBM) ini menjadi panggung strategis bagi para pelaku usaha lokal. Bukan sekadar ajang jual beli, bazar ini merupakan bentuk intervensi pemerintah dalam memperluas akses pasar serta meningkatkan daya saing produk yang dikelola oleh perempuan di wilayah Bone Bolango.
Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, menegaskan bahwa keterlibatan perempuan dalam sektor ekonomi kreatif adalah kunci stabilitas pembangunan daerah. Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang mampu menggabungkan aspek ekonomi dan sosial dalam satu wadah. Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak pembangunan, sehingga pemerintah daerah akan terus mendukung inisiatif kolaboratif yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Selain menjadi pusat perdagangan produk lokal, acara ini menyajikan berbagai layanan publik yang bisa diakses secara cuma-cuma oleh warga. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi hukum, hingga edukasi gizi dari para ahli. Tidak hanya itu, kegiatan juga dimeriahkan dengan senam aerobik bersama untuk mendorong gaya hidup sehat di lingkungan masyarakat.
Ketua Tim Penggerak PKK Bone Bolango, Ruwaida Ismet Mile, menambahkan bahwa agenda ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Bone Bolango serta Hari Pendidikan Tahun 2026. Pendekatan kolaboratif yang menggabungkan sektor ekonomi, kesehatan, dan edukasi dinilai sebagai langkah paling efektif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Antusiasme warga terlihat dari ramainya kunjungan di berbagai gerai UMKM sejak pagi hari. Ketua FPPBM, Titin Dunggio, berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah ini menjadi energi berkelanjutan bagi organisasi untuk terus membina perempuan agar lebih mandiri secara finansial. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta ekosistem pemberdayaan yang inklusif di mana perempuan berperan aktif sebagai subjek utama penggerak roda ekonomi daerah.


