BONE BOLANGO — Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Bolango Iwan Mustapa meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membenahi tata kelola pemerintahan. Iwan mendesak OPD mempercepat pemenuhan dokumen pendukung (evidence) Monitoring Center for Prevention (MCSP) 2026.
Iwan menyampaikan permintaan itu dalam Rapat Koordinasi Pemenuhan Evidence MCSP dan SPI 2026. Rapat berlangsung di Naffil Cafe and Resto, Senin (7/9/2026).
Langkah ini diambil setelah capaian nilai MCSP daerah mengalami tren penurunan signifikan selama tiga tahun terakhir. Iwan mengingatkan skor daerah merosot dari kisaran 70-an ke angka 50-an.
Iwan menyebut penurunan skor itu sebagai alarm serius dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Penurunan nilai secara berturut-turut dalam tiga tahun terakhir harus disikapi sebagai peringatan dini agar tidak jatuh lebih dalam ke angka 40-an,” tegas Iwan.
Iwan menilai akar masalah bukan pada kurangnya program kerja. Ia menyebut kebiasaan buruk tidak mendokumentasikan kegiatan secara tertib dan akuntabel sebagai penyebab utama.
Iwan meminta masing-masing OPD mengawal evidence di bidangnya sendiri. Cakupan itu meliputi perencanaan dan penganggaran, pengadaan barang dan jasa, pengelolaan pendapatan, hingga sumber daya manusia.
Iwan mewajibkan setiap instansi membentuk tim kecil khusus untuk menangani evidence tersebut. “Setiap instansi diwajibkan membentuk tim kecil khusus dan melakukan evaluasi rutin setiap bulan agar pengunggahan dokumen tidak menumpuk menjelang batas akhir penilaian,” kata Iwan.
Iwan menegaskan pembenahan tata kelola bukan sekadar mengejar angka penilaian. Ia menyebut langkah ini sebagai upaya sistem mencegah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Iwan menunjuk Inspektorat berperan mengonsolidasikan dan mengoordinasikan proses pemenuhan data. Ia berharap seluruh jajaran birokrasi bekerja proaktif agar capaian MCSP Bone Bolango bangkit melampaui rata-rata nasional pada 2026.






