BONE BOLANGO – Sekretaris Daerah (Sekda) Bone Bolango, Iwan Mustapa, menegaskan bahwa pembangunan di Desa Pinogu tidak hanya berfokus pada aspek infrastruktur semata, tetapi juga harus memperhatikan pelestarian adat dan budaya masyarakat setempat.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan rapat koordinasi serta perumusan pembangunan Pinogu (TP3) yang dilaksanakan pada Rabu, 8 April 2026, di Naffil Cafe & Resto.
Menurutnya, Desa Pinogu merupakan wilayah yang memiliki karakteristik unik karena berada di kawasan enclave di tengah Taman Nasional serta berada di dataran tinggi dengan struktur pemukiman yang tertata rapi layaknya sebuah kota kecil di tengah hutan.
“Pinogu ini bukan sekadar desa biasa. Ini adalah pemukiman yang memiliki nilai sejarah, adat, dan budaya yang harus dijaga. Bahkan di sana terdapat makam nenek moyang yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat,” ujar Sekda.
Ia menjelaskan, pendekatan pembangunan di Pinogu tidak bisa hanya didasarkan pada perhitungan jumlah penduduk semata. Meski jumlah penduduknya berkisar 2.000 jiwa, namun kondisi geografis yang terisolasi menjadi pertimbangan utama dalam penentuan kebijakan pembangunan.
“Tidak bisa kita hanya pakai rumus-rumus umum. Karena masyarakat di sana harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengurus kebutuhan dasar seperti administrasi keagamaan atau pernikahan. Ini yang harus menjadi perhatian,” jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen, pemerintah daerah bersama Kementerian Agama telah mendorong pembangunan Kantor Urusan Agama (KUA) di wilayah tersebut, meskipun secara standar administratif jumlah penduduk belum memenuhi syarat.
Selain itu, pemerintah juga terus mengupayakan peningkatan akses infrastruktur, termasuk rencana pelebaran ruas jalan Tulabolo–Pinogu dari sebelumnya 2 meter menjadi 5 meter melalui pengusulan addendum.
Sekda menambahkan, di bawah kepemimpinan Bupati Bone Bolango saat ini, Desa Pinogu telah ditetapkan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Targetnya, pada tahun 2030 akses menuju wilayah tersebut dapat lebih mudah dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan Pinogu adalah tentang menjaga keseimbangan antara kemajuan dan pelestarian. Infrastruktur harus dibangun, tapi identitas budaya tetap harus dijaga,” pungkasnya. (Ditt_Ahmad)






