BOALEMO — Ada orang yang mungkin tidak pernah menduduki jabatan tinggi, tidak pernah berada di panggung politik, dan tidak pula dikenal karena kekuasaan. Namun, kepergiannya mampu meninggalkan kesedihan mendalam bagi begitu banyak orang.
Sosok itu adalah Suritno Tangio, yang akrab disapa Mantri Bobo.
Pada 6 September 2026, kabar duka itu datang. Napas terakhir Suritno Tangio berhembus, meninggalkan keluarga, saudara, kerabat, sahabat, serta masyarakat yang selama ini mengenal dan merasakan kebaikannya.
Kepergian Mantri Bobo seolah menjadi kehilangan bagi banyak orang. Bukan hanya mereka yang memiliki hubungan darah atau ikatan keluarga, tetapi juga mereka yang mungkin tidak memiliki hubungan apa pun dengannya.
Sebab, kebaikan Suritno tidak pernah mengenal batas hubungan.
Ia dikenal sebagai sosok yang ringan tangan, suka membantu dan selalu berusaha memberikan kebaikan kepada siapa pun. Jejak kebaikan itu kini menjadi kenangan yang akan terus hidup di hati orang-orang yang pernah mengenalnya.
Suritno bukan seorang pejabat. Ia bukan pula politisi. Ia hanyalah seorang perawat yang mengabdikan diri dan tinggal di Desa Patoameme, Kabupaten Boalemo.
Namun justru dari kesederhanaannya itulah, banyak orang mengenalnya.
Bagi sebagian masyarakat, ia mungkin hanya seorang perawat. Tetapi bagi mereka yang pernah mendapatkan pertolongan, perhatian, senyum dan kebaikannya, Suritno adalah sosok yang lebih dari sekadar profesinya.
Kini, sosok yang akrab dengan sapaan Mantri Bobo itu telah pergi.
Yang tersisa hanyalah kenangan, cerita tentang kebaikan, dan doa-doa yang terus dipanjatkan untuknya.
Kepergiannya mengajarkan satu hal: seseorang tidak harus menjadi pejabat, orang kaya atau tokoh besar untuk dikenang. Cukup menjadi manusia yang baik, maka kebaikan itu akan tinggal jauh lebih lama daripada usia.
Selamat jalan, Mantri Bobo.
Kesedihan atas kepergianmu memang begitu terasa. Tetapi di balik air mata dan rasa kehilangan itu, ada doa yang kami titipkan.
Semoga segala kebaikanmu menjadi amal yang terus mengalir. Semoga Allah SWT mengampuni segala khilafmu, menerima seluruh amal ibadahmu, melapangkan tempat peristirahatanmu dan menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya.
Selamat jalan, Suritno Tangio.
Selamat jalan, Mantri Bobo.
Kebaikanmu akan tetap hidup dalam ingatan mereka yang pernah merasakannya.
Al-Fatihah.





