BONE BOLANGO – Keberhasilan tata kelola wilayah dan optimisme kemandirian fiskal yang dipaparkan Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, sukses memikat jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara.
Hal tersebut mengemuka saat Bupati Ismet Mile menerima kunjungan kerja perdana Wakil Bupati Minahasa Tenggara, Fredy Tuda, di Ruang Rapat Bupati Bone Bolango pada Kamis, 4 Juni 2026. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor antardaerah di Pulau Sulawesi.
Selain sebagai ajang silaturahmi, ruang dialog ini dimanfaatkan oleh kedua belah pihak untuk membahas berbagai sektor krusial. Fokus pembahasan mencakup bidang pertanian, kesehatan, ketenagakerjaan, serta pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dalam pertemuan penuh keakraban tersebut, Ismet Mile secara terbuka membagikan rekam jejak emosional perjalanan pemekaran Bone Bolango sejak berdiri pada tahun 2003 silam. Langkah ekspansi yang agresif menjadi salah satu inovasi taktis yang ia bagikan kepada daerah tetangga.
Ia mengisahkan bagaimana Bone Bolango yang awalnya hanya bermodal 4 kecamatan dan 40 desa, kini berhasil dikembangkan secara terukur hingga meluas menjadi 18 kecamatan dan 165 desa. Kebijakan ini terbukti sukses memotong jalur birokrasi dan mengalirkan anggaran langsung ke tingkat bawah.
Di hadapan rombongan, Ismet Mile menegaskan bahwa muara dari seluruh kegiatan pemerintahan hanya ada dua, yaitu menciptakan stabilitas keamanan yang kondusif dan mewujudkan rakyat yang sejahtera.
Guna mencapai kesejahteraan tersebut, Ismet Mile membeberkan strategi besar dalam mendongkrak kemandirian fiskal daerah melalui pengelolaan sektor pertambangan yang matang.
Melalui koordinasi intensif bersama pemerintah provinsi, Ismet Mile memproyeksikan sektor pertambangan emas Bone Bolango akan mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) minimal sebesar 300 mIliar rupiah yang siap terealisasi penuh mulai tahun 2027.
Lompatan target PAD ratusan miliar inilah yang secara blak-blakan dikagumi oleh Wakil Bupati Minahasa Tenggara, Fredy Tuda, yang saat itu tengah melakukan perjalanan dinas luar daerah pertamanya semenjak resmi dilantik mendampingi Bupati Ronald Kandoli.
Fredy Tuda mengakui bahwa wilayahnya yang kaya akan potensi emas dan material Gunung Soputan saat ini masih menghadapi tantangan keuangan yang cukup ketat, di mana PAD Minahasa Tenggara baru menyentuh angka 24 mIliar rupiah per tahun.
Kondisi tersebut kian diperberat oleh adanya kebijakan efisiensi anggaran pusat terhadap pembiayaan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN di daerah, ditambah lagi mayoritas aktivitas sember daya alam di sana masih didominasi status Pertambangan Tanpa Izin (PETI).
Menanggapi paparan strategis tuan rumah, Pemkab Minahasa Tenggara berkomitmen untuk segera membuka ruang diskusi yang lebih teknis antarkepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dengan Bone Bolango.
Melalui kepemimpinan dan inovasi taktis dari Ismet Mile, Pemkab Minahasa Tenggara berharap dapat membawa pulang formula regulasi kerja sama yang sah demi mengonversi kekayaan alam mereka menjadi pendapatan daerah yang legal untuk kemakmuran masyarakat luas.




