Boalemo — Kejadian memilukan dialami salah satu warga Desa Bualo, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo. Seorang warga bernama Ilin Laiya diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh Kepala Desa Bualo, Ramin Musa, hanya karena persoalan sepele terkait hewan ternak.
Peristiwa tersebut bermula saat sapi milik Ilin Laiya diketahui memakan rumput bebek yang diduga merupakan milik Kepala Desa Bualo. Tidak terima dengan kejadian itu, Kepala Desa Bualo disebut langsung mendatangi korban dan diduga melakukan tindakan kekerasan.

Namun, menurut keterangan keluarga, sapi yang memakan rumput tersebut bukan hanya milik Ilin Laiya, melainkan terdapat beberapa sapi milik warga lain yang juga datang dan memakan rumput di lokasi yang sama. Meski demikian, terduga pelaku diduga langsung menuduh sapi tersebut sebagai milik Ilin Laiya.
“Kebetulan sapi yang makan rumput itu bukan hanya sapi kakak saya sendiri, tapi ada beberapa sapi milik orang lain juga. Namun yang dianggap adalah sapi peliharaan kakak saya,” ungkap Sri Wilin, adik kandung korban.
Lebih lanjut dijelaskan, sapi milik korban lepas bukan karena disengaja. Hal tersebut terjadi karena sapi tersebut memiliki anak yang masih berusia sekitar tiga bulan, sehingga diduga sapi induk berusaha mencari anaknya dan akhirnya terlepas.
“Walaupun sapi kakak saya makan rumput itu, tapi tidak sengaja. Sapi itu ada anaknya yang masih kecil, kemungkinan dia lepas karena mencari anaknya,” jelasnya.
Akibat dugaan penganiayaan tersebut, Ilin Laiya mengalami memar di bagian belakang tubuh. Bahkan, menurut keterangan keluarga, korban dipukul menggunakan tali yang biasa dipakai untuk mengikat hewan ternak sapi, tanpa ada upaya penyelesaian secara musyawarah terlebih dahulu.
“Kakak saya dipukul hanya karena sapinya makan rumput. Padahal itu bisa diselesaikan dengan cara baik-baik,” ujar Sri Wilin.
Peristiwa ini pun menjadi sorotan publik setelah foto dan informasi terkait kejadian tersebut viral di media sosial. Unggahan itu dibagikan langsung oleh Sri Wilin sebagai bentuk keresahan keluarga sekaligus upaya mencari keadilan.
Meski demikian, hingga saat ini pihak keluarga belum melaporkan kejadian tersebut ke aparat penegak hukum. Mereka berharap Bupati Boalemo dapat turun tangan dan menindaklanjuti persoalan ini secara serius, mengingat terduga pelaku merupakan seorang kepala desa yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat.
“Kami berharap ada perhatian dari Bupati Boalemo agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tutup Sri Wilin.



