oleh

Harijanto Mamangkey Walk Out Dari Rapat Pembahasan KUPA-PPAS APBD Perubahan Tahun 2020

BOALEMO – Anggota Legislatif Dekab Boalemo Harijanto Mamangkey harus memilih Walk Out dari ruang sidang pada saat rapat Badan Anggaran pembahasan Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) perubahan APBD Tahun 2020, yang berlangsung di gedung DPRD, Jumat (25/9/2020).

Saat diwawancarai, Aleg Harijanto Mamangkey mengatakan, dirinya Walk Out karena protes atau tidak setuju dengan kebijakan Pemerintah Daerah untuk tidak membayarkan gaji para honorer serta TKOD bagi para ASN.

“Visi dan misi Pemerintahan Damai yang tertuang dalam RPJMD dalam bentuk prodak hukum Daerah yaitu PERDA dan dokumen baik KUPA dan PPAS perubahan tahun 2020 harus merujuk pada RKPD maupun Perda RPJMD 2017-2020. Sehingga apa yang tertuang pada RPJMD tidak tergambar pada KUPA maka dipastikan ini melanggar amanat Perda” Tegas Harijanto.

Harijanto Mamangkey yang juga sebagai anggota banggar mengaku, jika angka-angka dalam struktur belanja yang dalam dokumen berubah, maka dirinya sampai kapanpun tidak akan menyetujui KUPA dan PPAS perubahan APBD Tahun 2020.

“Saya menghormati apa yang menjadi keputusan Pemerintah Daerah, tetapi disisi lain saya harus ijin keluar dari pembahasan dengan tim anggaran Pemerintah Daerah malam ini” Terangnya.

Terakhir, Ketua FRAKSI PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Boalemo ini mengharapkan. Agar Bupati Boalemo Darwis Moridu dan Wakil Bupati Anas Jusuf konsisten dengan janji kampanye yang disampaikan pada saat Pilkada 2017. (Ferdy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed