oleh

Proyek Tanggul Desa Molingkapoto Selatan Asal-Asalan, Wabup Thariq Modanggu Geram

 

SHARENEWS.ID,Gorut-Setelah mendapat laporan dari salah seorang warga setempat, yang mengatakan bahwa pembangunan tanggul yang berada di Desa Molingkpoto Selatan dikerjakan dengan asal-asalan, Wakil Bupati Gorontalo Utara (Gorut), Thariq Modanggu melihat secara langsung pekerjaan pembuatan tanggul sekaligus normalisasi yang berada tidak jauh dari lokasi perkantoran blok plan.

“Memang beberapa hari lalu, ada masyarakat yang datang ke rumah dinas saya, katanya pekerjaan pembangunan tanggul dan normalisasi sungai di Desa Molingkapoto Selatan itu katanya dikerjakan asal-asalan, olehnya saya hari ini datang meninjau langsung, dan ternyata setelah melihat secara langsung, memang benar pekerjaan itu hanya dikerjakan secara asal-asalan,” ucap Thariq Modanggu, Kamis (21/10/2021).

Buruknya kualitas pekerjaan di lapangan lanjut Thariq, membuat banyak masyarakat setempat melakukan protes terhadap pekerjaan pembuatan tanggul yang ada di Desa Molingkapoto Selatan.

“Beberapa pekan terkahir memang di lokasi itu sering terjadi banjir, makanya masyarakat meminta agar tanggul yang dibangun itu bisa lebih tinggi. Tapi sayangnya di lapangan tanggul yang ada sekarang itu terlalu rendah dan tampak sekali dikerjakan asal-asalan,” ujar Thariq.

Menyikapi aduan tersebut, Thariq Modanggu segera melakukan koordinasi dengan bidang terkait, untuk mempertanyakan sejauh mana progres pekerjaan tanggul dan kenapa pekerjaan yang ada terkesan dikerjakan asal-asalan.

“Saya sudah coba menghubungi kepala bidangnya, dan berdasarkan laporan yang saya terima, untuk normalisasi sungai di Molingkapoto Selatan itu anggarannya hanya cukup untuk 500 meter, sementara yang sudah dikerjakan sudah lebih dari 500 meter, oleh karena itu, hal-hal yang seperti ini penting juga untuk disampaikan kepada masyarakat,” kata Wabup.

Thariq juga menyayangkan, proyek pekerjaan yang mengunakan anggaran APBD tersebut tidak diletakkan papan proyek yang menyebabkan banyak masyarakat yang melakukan protes atas pekerjaan pembangunan tanggul di Desa Molingkapoto Selatan.

“Saya juga menyayangkan, masa di lokasi pembangunan tanggul tidak ada papan proyek ataupun informasi lainya, yang kedua kalaupun hanya bisa mengerjakan 500 meter, seharusnya yang priorotas dikerjakan itu hanya spot-spot yang memang rawan banjir, biar ketika terjadi hujan air tidak meluap ke sawah ataupun ke pemukiman warga,” tegasnya.

Thariq juga berharap, setelah dirinya melihat secara langsung proyek pembangunan tanggul tersebut, Dinas terkait diharapkan dapat segera menangani pekerjaan tersebut, agar kedepan pembangunan tanggul tersebut bisa menghindarkan masyarakat dari bencana banjir.

“Saya minta Dinas PU-PR segera meninjau kembali proyek itu, karena setelah saya lihat, ada dua titik di lokasi itu yang sangat membutuhkan penanganan serta penguatan tanggul,” tandasnya.(Adv/SN07)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed