Boalemo – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo sekaligus Ketua Fraksi Amanat Bangsa, Anas Jusuf, menghadiri pertemuan strategis bersama Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Mayjen TNI Arif Hendro Jadmiko, di PT PG Gorontalo, Rabu (29/7/2026). Pertemuan tersebut membahas berbagai program penguatan sektor pertanian, termasuk hilirisasi komoditas dan upaya mewujudkan swasembada gula nasional.
Dalam pertemuan itu, sejumlah pihak turut hadir, di antaranya Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo Ir. Ramdhan, Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Provinsi Gorontalo Ir. Waito Soemawiyono, jajaran manajemen PT PG Gorontalo, perwakilan Danrem, serta Dandim Boalemo.
Anas Jusuf mengatakan, pembahasan tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pabrik gula, dan petani tebu dalam meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani di Gorontalo.
“Pertemuan ini membahas berbagai program hilirisasi pertanian, termasuk strategi mendukung program swasembada gula yang menjadi salah satu prioritas pemerintah. Sinergi seluruh pihak sangat dibutuhkan agar target tersebut dapat tercapai,” ujar Anas.
Ia mengungkapkan, pertemuan tersebut juga menghasilkan sejumlah kesepakatan antara PT PG Gorontalo dan APTRI Provinsi Gorontalo yang akan mulai direalisasikan pada tahun 2027.
Menurutnya, kesepakatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kemitraan antara pabrik gula dan petani tebu, sekaligus mendorong peningkatan produksi serta kualitas hasil pertanian di daerah.
“Alhamdulillah, ada beberapa poin kesepakatan yang dicapai antara PT PG Gorontalo dan APTRI. Ini menjadi kabar baik bagi petani tebu karena akan menjadi dasar kerja sama yang lebih kuat untuk pengembangan sektor pergulaan di Gorontalo pada tahun 2027,” katanya.
Anas menambahkan, keberadaan Tenaga Ahli Menteri Pertanian dalam pertemuan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan industri gula di Gorontalo. Ia berharap hasil pembahasan ini dapat mempercepat terwujudnya hilirisasi pertanian yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat dan kemandirian pangan nasional.
“Kolaborasi seperti ini harus terus dijaga agar potensi pertanian Gorontalo dapat berkembang lebih maksimal dan memberikan manfaat nyata bagi petani maupun daerah,” tutup Anas.






