Deddy Hamzah, Berlian yang Kembali Bersinar di Panggung Politik PDI Perjuangan Gorontalo

Politik – Kekalahan dalam politik kerap dianggap sebagai akhir dari sebuah perjalanan. Namun tidak demikian bagi Deddy Hamzah. Kader PDI Perjuangan Provinsi Gorontalo ini justru menunjukkan bahwa jatuh bangun adalah bagian dari proses menempa diri, layaknya berlian yang harus melalui tekanan untuk memancarkan kilau terbaiknya.

Deddy Hamzah tercatat mengalami kekalahan beruntun dalam kontestasi politik. Pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Legislatif yang digelar 15 Juli 2024, langkah politiknya belum berbuah manis. Nasib serupa kembali ia alami pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Boalemo. Dua kekalahan tersebut sempat membuat namanya redup dari sorotan politik lokal.

Namun, kekalahan tidak menjadikan Deddy Hamzah larut dalam kekecewaan. Ia memilih mengambil jeda, membangun dan mengembangkan bisnisnya, serta tidak lagi menjadikan politik sebagai fokus utama. Dalam diam, ia menata ulang arah hidupnya, menunjukkan kedewasaan dan kesabaran sebagai seorang kader.

Waktu membuktikan, nilai Deddy Hamzah tak pernah benar-benar pudar. Seperti berlian di dalam lumpur, kualitas dan loyalitasnya tetap terjaga. Kesabaran itulah yang akhirnya mengangkat kembali derajat dan posisinya di tubuh partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

Kini, Deddy Hamzah resmi masuk dalam struktur Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Gorontalo sebagai Bendahara Umum. Sebuah posisi strategis yang menandai kembalinya ia ke pusat pengambilan peran penting dalam organisasi partai.

Tak hanya itu, nama Deddy Hamzah juga mencuat sebagai kandidat kuat Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk menggantikan Wahyu Moridu. Hal ini semakin menegaskan kepercayaan partai terhadap kapasitas, integritas, dan pengalaman politik yang dimilikinya.

Siang tadi, Deddy Hamzah kembali menunjukkan sinarnya. Ia menjadi salah satu tokoh kunci dalam suksesnya pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) DPC PDI Perjuangan, bahkan dipercaya sebagai pimpinan sidang. Peran tersebut menjadi simbol bahwa dirinya bukan hanya kembali, tetapi hadir dengan pengaruh dan legitimasi yang kuat.

Perjalanan Deddy Hamzah menjadi pesan tersirat dalam dinamika politik: kekalahan bukanlah akhir, melainkan jalan panjang menuju kematangan. Dalam politik, mereka yang sabar, setia, dan konsisten, pada akhirnya akan menemukan waktunya untuk kembali bersinar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *