GORONTALO — Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, La Ode Haimudin, menekankan agar pembahasan APBD 2027 mengutamakan manfaat anggaran bagi kesejahteraan masyarakat.
Ia menyampaikan penegasan itu dalam rangkaian Rapat Paripurna ke-106 DPRD Provinsi Gorontalo, Senin (14/9/2026). Rapat tersebut membahas pembicaraan tingkat I Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027.
“Ini kan masih proyeksi, kita lihat dari pandangan fraksi. Intinya itu setiap rupiah ini bermakna bagi kesejahteraan masyarakat Gorontalo,” kata La Ode
Menurut La Ode, pembahasan anggaran harus memperhatikan tuntutan pemerataan pembangunan dan peningkatan pendapatan masyarakat. DPRD akan mendalami kebutuhan tersebut melalui Badan Anggaran.
Pandangan fraksi turut menyoroti persoalan kemiskinan, lapangan kerja, pertanian, perikanan, UMKM, serta pembangunan infrastruktur.
Di sisi lain, La Ode menyebut kondisi fiskal Gorontalo masih sangat bergantung pada dana transfer pemerintah pusat. Karena itu, DPRD akan mencermati kepastian besaran transfer selama pembahasan berlangsung.
Pemerintah Provinsi Gorontalo memproyeksikan pendapatan daerah 2027 sekitar Rp1,271 triliun. Pendapatan transfer diperkirakan sekitar Rp797 miliar, sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp473 miliar.
“Kita berharap naik, untuk dana transfer ini. Nanti kita tunggu saja,” ujarnya.
Seluruh fraksi telah menerima Ranperda APBD 2027 untuk pembahasan berikutnya. La Ode menegaskan pembahasan tersebut akan mempertimbangkan angka proyeksi sekaligus pandangan fraksi mengenai kebutuhan masyarakat.






