Boalemo – Dugaan terganggunya pelayanan operasi di RSUD drg. Clara Gobel Kabupaten Boalemo akibat satu-satunya dokter spesialis anastesi yang sedang berlibur ke Jepang mendapat perhatian dari Wakil Bupati Boalemo, Lahmudin Hambali.
Lahmudin mengaku kecewa setelah mengetahui informasi tersebut. Menurutnya, pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama, terlebih ketika rumah sakit hanya memiliki satu dokter spesialis anastesi yang memegang peranan penting dalam tindakan operasi.
Ia menilai, keberangkatan dokter untuk berlibur seharusnya disertai dengan langkah antisipasi agar pelayanan medis tidak terganggu. Pasalnya, ketiadaan dokter spesialis anastesi berpotensi menghambat pelaksanaan operasi bagi pasien yang membutuhkan tindakan segera.
Menyikapi kondisi itu, Lahmudin Hambali mengaku telah berkomunikasi dengan Direktur RSUD drg. Clara Gobel. Ia meminta agar manajemen rumah sakit segera mencari solusi jangka panjang dengan menambah jumlah dokter spesialis anastesi.
“Ke depan saya sudah menghubungi direktur rumah sakit agar dokter spesialis anastesi ditambah. Jangan sampai pelayanan kepada masyarakat terhambat hanya karena kita bergantung pada satu orang dokter,” tegas Lahmudin.
Menurutnya, penambahan tenaga dokter spesialis merupakan langkah penting untuk menjamin kesinambungan pelayanan kesehatan di RSUD drg. Clara Gobel. Dengan adanya lebih dari satu dokter spesialis anastesi, pelayanan operasi tetap dapat berjalan meski salah satu dokter sedang cuti atau berhalangan.
Pernyataan Wakil Bupati tersebut muncul di tengah sorotan publik terhadap pelayanan di RSUD drg. Clara Gobel setelah beredarnya informasi bahwa dokter spesialis anastesi tengah menjalani liburan ke Jepang. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap pelayanan operasi, terutama bagi pasien yang membutuhkan penanganan segera.


![IMG-20201116-WA0024[1]](https://sharenews.id/wp-content/uploads/2020/11/IMG-20201116-WA00241-300x178.jpg)



