oleh

Penertiban Area Pertambangan, Limonu Hippy : Bagaimana Nasib Perekonomian Masyarakat?

Sharenews.id – POHUWATO – Akan dilakukanya penertiban alat berat terhadap kegiatan tambang, ketua Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia (APRI), Limonu Hippy, angkat bicara. Yang mana, menurutnya hal ini harus menjadi bahan pertimbangan kembali oleh pihak Pemerintahan. Melihat sektor pertambangan menjadi salah satu sumber perekonomian masyarakat khususnya di Kabupaten Pohuwato.

“Perekonomian di Marisa, dan Pohuwato akan melemah. Artinya, dalam membangun daerah ini tidak boleh kita pandang sebelah mata saja, paling tidak melihat secara keseluruhan, mengamati, menelaah secara keseluruhan, seperti apa yang akan terjadi ketika tambang ini di hentikan”. Tegas Limonu Hippy

Dimana, secara khusus Limonu Hippy, meminta solusi kepada pihak pemerintahan, terkait dengan pencanganan penertiban alat berat di kawasan pertambagan, untuk melihat berbagai dampak yang akan ditimbulkan.

“Nah, sekarang ketika aktifitas tambang akan di hentikan, siapa yang bertanggung jawab terhadap para penambang yang kehilangan pekerjaan, kehilangan penghasilan. Apakah pemerintah telah menyiapkan pekerjaan untuk mereka?, dan apakah pemerintah sudah menyiapkan biaya hidup mereka?”. Jelasnya, sabtu (19/12/2020)

Disisi lain, Limonu Hippy menyayangkan sikap pemerintah
Provinsi, yang hingga saat ini belum mangajukan permohonan WPR ke kementrian ESDM. Yang mana menurutnya, pihak pemerintah sendiri belum ada keseriusan, untuk memberikan solusi terhadap masalah ini.

“Sebenarnya masyarakat penambang ini sudah meminta, sudah berupaya bermohon untuk di legalkan tetapi oleh Pemerintah belum memberikan keseriusan untuk itu”. Katanya

Dirinya juga menambahkan, “Saat masyarakat meminta dilegalkan, namun pemerintah tidak menanggapi dengan serius tentang ini. Seolah-olah, masyarakat didiskreditkan, yang mana tidak boleh melakukan usaha-usaha yang melanggar aturan, namun pemerintah sendiri tidak serius untuk mengatur rakyat”. Pungkasnya

“Mas”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed