Diduga Keputusan Wasit Kontroversial, Mananggu FC Layangkan Protes Keras ke Askab PSSI Boalemo

Tilamuta — Polemik mewarnai pertandingan antara Mananggu FC dan Modelomo United yang digelar pada Sabtu, 6 Juni 2026. Pihak Mananggu FC secara resmi melayangkan surat protes keras kepada Askab PSSI Kabupaten Boalemo, menyusul dugaan keputusan wasit yang dinilai tidak profesional dan merugikan salah satu tim.

Dalam surat yang ditujukan kepada Ketua Askab PSSI Kabupaten Boalemo, Mananggu FC menyampaikan keberatan atas sejumlah keputusan wasit utama yang memimpin pertandingan tersebut. Mereka menilai terdapat beberapa keputusan krusial yang dianggap kontroversial dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Salah satu poin utama protes adalah pemberian penalti kepada Mananggu FC yang dinilai tidak tepat. Pihak klub menyebut pelanggaran yang berujung penalti tidak terjadi, bahkan hakim garis disebut telah mengarahkan bahwa insiden justru terjadi di pihak Modelomo United. Namun, menurut mereka, wasit utama tidak melakukan koordinasi dan tetap melanjutkan keputusan tersebut.

Selain itu, Mananggu FC juga menyoroti dugaan pelanggaran handball di area kotak penalti lawan yang tidak ditindaklanjuti meski terjadi di depan mata wasit. Situasi serupa juga disebut terjadi pada insiden kontak fisik yang melibatkan dua pemain Modelomo United terhadap pemain Mananggu FC di dalam kotak penalti, namun kembali tidak menghasilkan keputusan apa pun dari wasit.

Akibat rangkaian keputusan tersebut, Mananggu FC mengklaim mengalami kerugian besar yang berdampak pada hasil pertandingan maupun prestasi tim. Mereka menilai perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja perangkat pertandingan, khususnya komisi perwasitan.

Dalam tuntutannya, Mananggu FC mendesak Askab PSSI Boalemo untuk segera melakukan evaluasi mendalam serta memberikan sanksi tegas kepada wasit yang memimpin pertandingan tersebut sesuai regulasi yang berlaku.

Tidak hanya itu, pihak klub juga melayangkan peringatan keras. Jika tidak ada tindakan konkret dalam waktu dekat, mereka menyatakan siap membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi, yakni kepada PSSI Provinsi Gorontalo hingga ke Sekretariat Jenderal PSSI. Bahkan, mereka membuka kemungkinan melakukan aksi damai sebagai bentuk protes terhadap dugaan ketidakprofesionalan dalam tubuh perwasitan daerah.

Sebagai bentuk keseriusan, Mananggu FC turut melampirkan foto dan video rekaman pertandingan sebagai bahan bukti untuk dipertimbangkan dalam proses evaluasi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Askab PSSI Boalemo belum memberikan keterangan resmi terkait protes yang dilayangkan tersebut. Situasi ini menambah sorotan terhadap kualitas perwasitan di kompetisi daerah yang kembali menjadi perhatian publik sepak bola lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *