Dua Siswa Kehilangan Perlengkapan Sekolah Akibat Kebakaran, Fraksi PDI Perjuangan Apresiasi Kepedulian Guru SMPN 8 Dulupi

BOALEMO, SHARENEWS.ID — Musibah kebakaran yang menghanguskan rumah warga di Desa Polohungo, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, menyisakan keprihatinan, terutama bagi dua siswa SMP Negeri 8 Dulupi yang kehilangan pakaian dan perlengkapan sekolah mereka.

Di tengah situasi tersebut, kepedulian Kepala SMP Negeri 8 Dulupi, Bahrudin Mauke, bersama seluruh dewan guru mendapat apresiasi dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Boalemo. Respons pihak sekolah dinilai menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap siswa yang sedang menghadapi masa sulit.

Kebakaran yang terjadi pada Selasa (4/8/2026) itu menghanguskan rumah milik Risman Abdullah beserta harta benda di dalamnya. Pakaian dan berbagai kebutuhan keluarga korban turut terbakar, sehingga mereka harus menghadapi kehilangan sejumlah barang penting dalam waktu singkat.

Dampak musibah tersebut juga dirasakan dua siswa kelas VII SMP Negeri 8 Dulupi. Seluruh pakaian dan perlengkapan sekolah milik keduanya ikut terbakar, sehingga kebutuhan untuk kembali menjalani aktivitas belajar menjadi salah satu hal yang perlu segera diperhatikan.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Boalemo, Harijanto Mamangkey, menyampaikan penghargaan kepada Bahrudin Mauke dan para guru yang menunjukkan empati terhadap siswa mereka.

“Kami memberikan penghargaan dan apresiasi kepada Bapak Bahrudin Mauke beserta seluruh guru SMP Negeri 8 Dulupi yang telah menunjukkan rasa empati dan kepedulian kepada para siswanya yang tertimpa musibah,” ujar Harijanto, Rabu (5/8/2026).

Menurut Harijanto, perhatian dari lingkungan sekolah memiliki arti penting bagi anak-anak yang sedang mengalami musibah. Selain membantu memenuhi kebutuhan mereka, dukungan tersebut dapat memberikan kekuatan moral agar para siswa tetap bersemangat melanjutkan pendidikan.

Ia menilai kepedulian sekolah terhadap kondisi siswanya merupakan bagian penting dari nilai kemanusiaan yang perlu terus dijaga, terutama ketika peserta didik dan keluarganya menghadapi keadaan darurat.

Harijanto juga mengajak pemerintah daerah, masyarakat, serta berbagai pihak lainnya untuk bergotong royong membantu keluarga korban. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus membantu kedua siswa memenuhi kembali kebutuhan sekolah mereka.

“Semangat gotong royong dan kepedulian sosial seperti inilah yang harus terus kita pelihara. Ketika ada warga yang mengalami musibah, sudah sepatutnya kita hadir memberikan dukungan sesuai kemampuan masing-masing,” tutupnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa musibah yang menimpa sebuah keluarga juga dapat berdampak pada keberlangsungan pendidikan anak-anaknya. Karena itu, dukungan dari sekolah, pemerintah, dan masyarakat diharapkan dapat membantu para siswa kembali belajar dengan tenang tanpa terbebani kehilangan akibat kebakaran tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *