BOALEMO – Kerusakan jembatan di Desa Rumbia, Kecamatan Botumoito, kembali menjadi sorotan. Infrastruktur tersebut diketahui mengalami kerusakan sejak insiden jatuhnya mobil pengangkut kelapa pada 29 April 2023, namun hingga kini belum mendapat penanganan serius dari pemerintah daerah.
Masyarakat setempat mengaku telah berulang kali menyuarakan keluhan terkait kondisi jembatan tersebut, terutama dalam setiap agenda reses anggota DPRD. Namun, harapan akan perbaikan belum juga terealisasi.
Anggota DPRD Kabupaten Boalemo dari Partai Amanat Nasional, Nandar Rahim, secara langsung menyampaikan persoalan ini kepada Bupati Boalemo dalam rapat paripurna. Ia menegaskan bahwa jembatan tersebut merupakan kewenangan pemerintah kabupaten, sehingga sudah seharusnya segera diperbaiki.
Menurut Nandar, kerusakan jembatan tidak hanya membahayakan keselamatan warga, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya para petani kelapa yang menggantungkan distribusi hasil panen melalui jalur tersebut.
“Ini bukan sekadar infrastruktur biasa. Kalau dibiarkan, dampaknya bisa meluas pada penurunan pendapatan petani dan terganggunya roda ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia pun mendesak Pemerintah Kabupaten Boalemo untuk menunjukkan keseriusan dalam menangani persoalan ini, mengingat aspirasi masyarakat telah lama disampaikan namun belum mendapat tindak lanjut yang jelas.


![20201121_080653[1]](https://sharenews.id/wp-content/uploads/2020/11/20201121_0806531-300x178.jpg)
![20201110_174652[1]](https://sharenews.id/wp-content/uploads/2020/11/20201110_1746521-300x178.jpg)


